Hutan, Aset Dunia yang Semakin Berkurang Luasannya

Tahu tidak? Dalam beberapa tahun terakhir banyak negara di dunia mengalami bencana yang makin parah setiap tahunnya. Di Indonesia sendiri, musibah banjir kerap kali menjadi topik pembicaraan. Kota-kota besar seperti Jakarta beberapa waktu belakangan juga sering mengalami musibah tersebut. Banjir sendiri terjadi bukan hanya karena permasalahan sampah. Jika terjadi dengan durasi yang cukup sering dan berdekatan, banjir merupakan musibah yang terjadi karena kelalaian manusia baik dari masyarakatnya hingga stakeholder yang bersangkutan.

Di Pekanbaru sendiri, banjir terjadi karena hal-hal berikut; saluran drainase yang tidak memadai, lahan-lahan perumahan dan ruko yang kebanyakan sudah disemenisasi sehingga mengurangi wilayah penyerapan air hujan yang turun, sampai sampah yang tidak dikelola dengan baik. Masih permasalahan klasik sih, yang dimana memang butuh kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk menanggulanginya.

Belum lagi beberapa waktu yang lalu, permasalahan kualitas udara di Indonesia juga sempat viral. Dimana pada bulan Juni 2022 lalu, tercatat bahwa kualitas udara di Jakarta menjadi salah satu yang terburuk di Dunia. kalau dilihat dengan mata telanjang sih, mungkin udaranya terlihat jernih dan cerah. Tetapi jika diukur menggunakan alat khusus, kualitasnya jauh sangat buruk bahkan berada di level berbahya.

Ada Apa dengan Polusi?

Polusi adalah kondisi yang timbul akibat adanya senyawa kimia, energi, atau polutant yang masuk kedalam lingkungan yang dapat merusak ekologi, kondisi lingkungan bahkan dapat menyebabkan bahaya bagi mahluk hidup.

Kalau dulu mikirnya polusi ini hanya bisa disebabkan oleh pabrik-pabrik ya kan. Tapi sebenarnya kita sebagai masyarakat biasa juga bisa loh menyebabkan polusi. Dan polusi ini juga jenisnya ada banyak, ngga cuma polusi udara. Dan dampaknya juga ngga sepele, jika tidak ditangani dengan baik, polusi ini akan merusak tempat tinggal kita. Bumi terutama.

Jenis-Jenis Polusi dan dampaknya

Polusi ada bermacam-macam, karena penyebabnya juga ada banyak banget. Coba dicek deh, dari daftar berikut kita pernah berkontribusi pada jenis polusi yang mana.

  • Polusi Udara

Polusi udara disebabkan dengan adanya zat polutant yang masuk ke udara dan jumlahnya melewati batas normal untuk dihirup. Ada beberapa jenis kandungan zat yang dapat menurunkan kualitas udara. Diantaranya; Sulfur Oxsida, Karbon Monoksida, Karbon Dioksida, Nitrogen Oksida, dan Hidrokarbon.

Polusi udara dapat terjadi karena aktifitas manusia, salah satunya dengan penggunaan alat transportasi, aktifitas industri serta pembangunan infrastruktur. Dampak dari polusi udara yang tidak ditangani dengan baik tentunya dapat membahayakan masyarakat, apalagi polusi udara terkadand tidak dapat dilihat secara kasat mata.

Saat ini dari sisi kualitas udara, Indonesia menempati 10 besar dalam negara dengan kualitas udara yang cukup rendah dari 106 negara.

  • Polusi Air

Selain udara, air juga memiliki peranan penting dalam aspek kehidupan. Apabila air tercemar, akan berdampak pada ekosistem disekitarnya. Kebutuhan manusia akan air tidak hanya pada makan, mandi, dan cuci cuci. Air juga dibutuhkan di industri pertanian, bahkan perikanan. Jadi jika tercemar akan sangat merugikan di segala aspek.

  • Polusi Tanah

Polusi tanah dapat terjadi jika zat pencemar dibuang langsung ke tanah, sehingga membuat permukaan tanah tercemar. Oleh karena itu dilarang untuk membuang cairan yang berpotensi menjadi polutant seperti cairan cat, minyak atau oli secara sembarangan.

  • Polusi Cahaya

Polusi cahaya terjadi karena adanya penggunaan cahaya yang berlebihan. Biasanya terjadi dikota-kota besar, karena lampu-lampu pada gedung-gedung, jalanan, papan reklame atau pabrik.

  • Polusi Suara

Polusi suara terjadi karena adanya gangguan suara atau kebisingan yang cukup mengganggu. Biasanya seperti suara yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor, atau kegiatan produksi di pabrik atau lapangan udara.

  • Polusi Panas

Hal ini dapat terjadi karena kegiatan manusia ataupun alam. Contohnya adalah dengan naiknya temperatur udara secara signifikan yang dapat disebabkan oleh aktifitas kendaraan umum yang padat ataupun aktifitas industri. Naiknya temperatur ini juga dapat disebabkan oleh keadaan alam, seperti pergerakan angin yang dapat membuat suhu udara naik.

  • Polusi Logam Berat

Polusi ini biasanya dapat terjadi didaerah pesisir pantai. Penyebabnya bisa dari pembuangan limbah, baik itu limbah pabrik ataupun limbah rumah tangga. Bahkan dapat terjadi pada sektor pertanian dan perikanan.

  • Polusi Radioaktif

Kondisi ini terjadi karena adanya kebocoran pada aktifitas di industri nuklir seperti pembangkit nuklir atau pengembangan senjata nuklir.

  • Polusi Visual

Polusi ini terjadi karena penataan ruang yang kurang tepat, tumpukan sampah tidak pada tempatnya, atau pembangunan monumen yang tidak terlalu penting.

Dari beberapa jenis polusi diatas, beberapa diantaranya seringkali dianggap sepele tapi justru dapat menjadi penyebab terjadinya perubahan iklim. Seperti polusi udara serta polusi lainnya yang dapat menyebabkan suhu udara di bumi jadi meningkat.

Perubahan Iklim dan dampaknya bagi manusia

Akhir-akhir ini, topik perubahan iklim sering kali mencuat baik itu melalui siaran berita ataupun sosial media. Perubahan iklim bukan hanya isu lokal, tapi sudah menjadi isu global. Karena jika tidak ditangani dengan baik dan bersama-sama, akan membahayakan umat manusia. Bukan hanya beruang kutub yang akan kehilangan tempat tinggal, tetapi saya yang rumahnya berada tak jauh dari garis khatulistiwa juga bisa terkena dampaknya. Hal ini tentunya dipicu dengan adanya selimut polusi membuat bumi semakin panas dan menyebabkan perubahan iklim.

Mulai dari banjir, bencana alam seperti badai yang makin parah setiap tahunnya, bahkan suhu yang terus meningkat yang sedikit demi sedikit membuat es di kutub mencair. Bayangkan jika itu es mencair semua, Jakarta tenggalam bukan lagi isapan jempol belaka.

Lalu apa saja yang bisa kita lakukan untuk bisa memperlambat peningkatan suhu bumi ini? Salah satunya adalah dengan menjaga lingkungan tempat kita tinggal. Menanam pohon serta melestarikan keberadaan hutan akan sangat membantu. Karena pohon dapat membantu menyerap kadar co2, sehingga jika keberadaan hutan terjaga dengan baik akan ada banyak ekosistem yang ikut terpelihara.

Untuk dapat melestarikan keberadaan hutan ini tentunya diperlukan kerjasama dari berbagai pihak, mulai dari masyarakatnya, pemerintah hingga industri yang terkait.

Hutan dan manfaatnya bagi dunia

Seperti yang selalu disebutkan bahwa pohon dapat menyerap karbon dioksida. Satu pohon trembesi saja itu mampu menyerap 28.5 ton karbon dioksida setiap tahunnya. Itu hanya satu pohon, bayangkan jika masing-masing daerah dan wilayah masih memelihara dengan baik hutan-hutannya. Ada berapa banyak karbon dioksida yang dapat diserap.

Selain itu, keberadaan hutan juga dapat mempertahankan banyak ekosistem di dunia. Kelestariannya sangat penting bahkan sampai ada sebuah frasa yang menyebutkan bahwa hilang hutan, hilang peradaban. Seperti itulah pentingnya keberadaan hutan bagi makhluk hidup didalamnya.

Di kotaku saja, dimana keberadaan hutannya sudah jauh berkurang, suhu udaranya terasa semakin panas dan tidak nyaman. Padahal ketika aku kecil, meski cuaca dikota Pekanbaru itu panas sepanjang tahun, tetapi dulu itu masih terasa nyaman. Matahari bahkan terasa tidak semenyengat sekarang.

Oleh karena itu kita sebagai #MudaMudidiBumi perlu untuk bergandengan tangan menjaga kelestarian lingkungan tempat kita tinggal. Ada banyak PR yang mesti kita selesaikan bersama-sama terutama untuk mengurangi #SelimutPolusi yang saat ini semakin mengkhawatirkan.

Bergandengan Tangan Bersama Menjaga Lingkungan

Percuma jika sendirian, bumi ini membutuhkan kita semua untuk melestarikannya. Kita masing-masing memiliki tanggung jawab untuk mengelola sampah serta menjalani hidup yang ramah lingkungan. Hal kecil yang tentunya dimulai oleh diri sendiri, tetapi akan sangat berimpact jika kita lakukan bersama-sama. Saat ini bahkan beberapa industri di dunia sedang mengusung tagline Green Technology. Karena selain aktifitas rumah tangga, aktifitas industri juga menyumbangkan emisi gas rumah kaca yang cukup tinggi, sehingga perlu bagi berbagai sektor industri untuk mulai memperharikan keberlangsungan lingkungan dalam flow kerjanya.

Dan pemerintah tentunya diharapkan dapat memberikan peraturan-peraturan yang perlu dipatuhi bersama untuk melestarikan lingkungan. Bahkan jika boleh berangan-angan jadi orang yang dipemerintahan, yang memiliki kemampuan untuk membuat peraturan. Ada beberapa pengelolaan yang ingin kuterapkan. Salah satunya adalah aturan atas pembangunan rumah ataupun gedung, mewajibkan adanya sumur resapan serta memaksimalkan edukasi pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri. Hal-hal yang wajib dipatuhi oleh masyarakat untuk mengelola sampah dan lingkungan yang lebih sehat. #TeamUpforImpact judulnya, ada peran yang dimainkan oleh masyarakat, pemerintah serta industri. Karena jika ingin kehidupan yang lebih nyaman dibumi kita memang harus mengusahakan bersama #UntukMuBumiku.

Leave a Reply

Your email address will not be published.