Menikmati hidup masa kini dalam ketidakteraturan

Aku hampir terlambat hari ini. Ya, sebuah jadwal yang seharusnya ditepati sejak awal terpaksa harus mundur beberapa jam. Disaat-saat seperti ini aku selalu teringat bayangan suami yang merepet tiada henti tentang kepayahanku mengatur waktu. 

“Bangun itu jangan siang” atau “Makanya tidur jangan kemalaman” dan setiap kali dia berkata seperti itu membuatku bertanya-tanya “Ini yang istri siapa sih?”. Ya, aku dan suami memiliki beberapa sifat yang berbeda. Well, pasutri mana yang tidak? Mana mungkin mereka menikahi kembarannya sendiri ya kan?

Begitulah lamunan kerap kali menyambangiku setiap aku bermenung mencari inspirasi tulisan atau menunggu tamu.  Obrolan atau celetukan suami yang sering mengomeli istrinya ini kerap membuat ujung bibirku tersungging begitu saja.

Hari ini sambil menunggu janji temu dengan seorang teman, aku menyempatkan diri menulis sebuah artikel yang sedang menunggu antrian. Beberapa materi yang sudah disiapkan menanti untuk mulai disadur kedalam tulisan yang lebih rapih. 

Biasanya aku menulis dirumah sambil menemani suami. Namun apalah daya kami, pasangan suami istri masa kini yang sama-sama buruh lepas waktu. Dengan jadwal kerja yang tak selalu rutin setiap harinya. Jenuh bekerja disatu tempat yang sama tentunya selalu melanda, maka tak heran bila café selalu jadi pilihan ku. Tak perlu memasak, pilihan menupun banyak, belum lagi layanan free wifi yang jadi salah satu poin utama dalam memutuskan café mana akan akan dituju.

Tips Merawat Rambut Perempuan Milenial dengan Emeron

Hi milenial girls!

Hidup dimasa sekarang berarti harus bertarung dengan berbagai macam tuntutan dan tantangan. Ingin terlihat cantik dengan mewarnai rambut memiliki resiko rambut menjadi kering dan rapuh. Belum lagi cuaca yang sering berubah-ubah serta polusi yang tak bisa kita hindari lagi menjadikan rambut kita mengalami banyak masalah.
Ditambah dengan kesibukan yang kita miliki membuat kita tak memiliki waktu yang cukup untuk merawat rambut secara khusus. Tetapi keharusan untuk bisa tampil prima dalam setiap kesempatan membuat perawatan rambut tidak bisa diabaikan begitu saja.
Buat wanita-wanita yang berhijab tidak lantas membuat kita terbebas dari berbagai masalah rambut. Kerontokan, rambut lepek atau bahkan berketombe menjadi masalah utama yang dihadapi wanita milenials berhijab.

Emeron Paket Lengkap Perawatan Rambut Alami Perempuan Milenial dan Ini Ceritaku Merawat Rambut Rusak.

Sebagai perempuan di era milenial, merawat penampilan adalah sebuah keharusan. Bukan hanya untuk terlihat menarik, tetapi tubuh dan rambut yang terawat dapat menumbuhkan rasa percaya diri bagi masing-masing orang. Selain itu merawat pemberian tubuh berarti menunjukkan rasa syukur kita terhadap sang pencipta loh.
Kesibukan-kesibukan yang setiap harinya kita hadapi, mulai dari merawat anak, mengurus suami atau bahkan ada sebagian yang bekerja seringkali membuat kita abai dengan tubuh kita sendiri. Rambut terutamanya. Ada banyak perempuan yang hanya keramas beberapa kali dalam seminggu dengan alasan tak sempat atau belum menemukan jenis perawatan rambut yang sesuai. Hingga membuat rambut jadi lepek, rontok hingga kusam.

Menuju Indonesia Maju, Bisakah?

Negara Indonesia memang sudah merdeka sejak tahun 1945. Sejak masa itu pun negara ini telah melewati beberapa kali pergantian pemimpin. Berbagai macam  gaya kepemimpinan serta kebijakan telah dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang hingga Merauke.

Tidak hanya gaya kepemimpinan. Kebudayaan, kebiasaan serta tehnologi pun terus berkembang dengan cukup pesat. Sekitar sepuluh tahun yang lalu. Sumber informasi yang bisa dengan mudah saya akses dalam keseharian biasanya hanya dari radio, televisi atau media cetak. Butuh waktu beberapa saat sampai akhirnya informasi bisa saya terima.
Tapi saat ini, di tahun 2018, semua orang sepertinya bisa dengan mudah menyebarkan informasi ke khalayak ramai. Tentunya dari media sosial yang bisa dengan mudah diakses oleh siapapun tanpa pandang usia.

Pesona Nyarai dan Pensiunnya Para Pembalak Liar

“Jika tangan merubah takdir, bukit menjelma taman surgawi, kuyakin engkaulah tangan itu

Jika mata air mengalir, sudahi pekik pohon tua menjerit, dikaulah mata air itu”

– Dialog Dini Hari: Pohon Tua Bersandar

Sosok Ritno Kurniawan adalah salah satu ‘tangan merubah takdir’ itu. Sepulangnya dari perantauan di tanah Jawa, Ritno menelusuri keindahan kampungnya sendiri di Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat. Hampir sebulan beliau kerap bersepeda mengelilingi kampungnya, mencoba mencari tahu keindahan-keindahan tersembunyi yang ada disana. Sampai akhirnya Ritno bertemu kembali dengan salah seorang sahabat lamanya Firdaus. Kepadanya Ritno menceritakan apa yang diangan angankannya tentang potensi wisata di kampung mereka.

Beberapa waktu setelahnya, Firdaus yang dulu merupakan senior Ritno di kegiatan Pramuka setuju untuk menemaninya menelusuri keindahan-keindahan tersembunyi yang ada di Lubuk Alung. Mereka pun mendatangi satu persatu lokasi wisata yang sudah dikenal masyarakat sebelumnya. Hingga kemudian mereka bertemu dengan pak Edi, salah seorang warga yang menginformasikan tentang keberadaan air terjun didalam hutan yang disebutnya Air Terjun Belek.