Achenk Mirshal Pemantik Semangat Penghijauan Warga KBA Indah Madani

Desember 31, 2018
Matahari bersinar terik saat itu, 30 derajat celcius adalah angka yang kerap tertera dilayar gawai pintar setiap kali aku mengecek suhu udara hampir disetiap hari. Beberapa waktu yang lalu juga gambar salah satu sudut kota Pekanbaru yang sampahnya menumpuk karena telat diangkut menghiasi surat kabar.  Beberapa waktu sebelumnya omelan warga yang berseliweran di timeline Instagram soal sampah yang memenuhi got-got hingga menimbulkan banjir dikala hujanpun masih bersisa di kanal pencarian.

Aku sampai skeptis akan kesadaran warga kota ini soal pengelolaan sampah. Dan kerap kali memandang sinis pada ruko-ruko yang menjulang disepanjang jalan di kota Pekanbaru. Kesal karena minimnya kesadaran masing-masing warga untuk membuang sampah pada tempatnya. Kantung-kantung sampah menggantung di tembok depan rumah atau pohon-pohon yang tumbuh ditepi jalan depan rumah mereka menanti para petugas kebersihan mengangkut. 

Sepanjang tahun 2018 banyak aku habiskan memaki ketidak pedulian warga kota ini atas kebersihan lingkungannya sendiri. Hingga pada satu hari di bulan Oktober tahun ini aku bertemu Pak Achenk salah satu korwil kampung berseri Astra di Pekanbaru.

“Kalau jumpa sama bapak pohon berbuah sampah di kampung ni, bapak ludahi muka ketua Rtnya” Ujarnya percaya diri suatu hari di 2014 kepada ibu Cahyo Kumolo yang hendak berkunjung ke RW 04 Kecamatan Labuai Kota Pekanbaru.

Pak Achenk Kader KBA Indah Madani
Konsistensi beliau sebagai ketua RT yang nyinyir menegur warganya agar menjaga lingkungannya bahkan dari sisa-sisa puntung rokok yang berserakan dihalaman rumah sendiri berbuah manis. Bahkan jauh sebelumnya Pak Achenk sudah mensosialisasikan agar masyarakat mau menanam satu pohon dimasing-masing rumah.


Lingkungan yang bebas sampah dan rindang mengantarkan RW 04 menjadi Kawasan Proklim dari DLHK kota Pekanbaru

Kawasan Proklim KBA Indah Madani
Selayaknya hasil tidak akan menghianati usaha begitu pula dengan Pak Achenk dan ketekunannya mengingatkan warga RT 04 RW 04 Tangkerang Labuai untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka. “Saya tidak menyangka bahwa banyak orang yang akhirnya mengunjungi tempat tinggal kami ini, bahkan belajar kesini” ucapnya saat aku berkunjung karena penasaran. 

SK Proklim dikeluarkan oleh Menteri Lingkungan Hidup pada tahun 2014 untuk lingkungan RW yang dipimpin oleh Pak Achenk. Berarti sudah lebih dari empat tahun beliau bergerak. Konsistensi beliau dalam menjaga lingkungan tempatnya tinggal membuat masyarakat percaya dan turut serta mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan olehnya. 

Berawal dari sampah yang tidak boleh dibuang sembarangan satu persatu peningkatan dilakukan demi lingkungan tempat tinggal yang nyaman. Lahan hidroponik, lubang biopori, denda satu pot bunga atas satu puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh warga konsisten dilakukan oleh Pak Achenk sendiri yang juga dipatuhi oleh warga. 

Pepohonan yang rindang meneduhi jalan setapak tempat aku dan beberapa teman menyusuri sisi Kampung Berseri Astra Indah Madani menuju lokasi kebun hidroponik yang dimiliki warga. Obrolan Pak Achenk tentang jenis-jenis pohon yang beliau tanam menghiasi perjalanan kami yang hanya beberapa puluh meter. 

“Ini rumah saya, disini saya buat tempat khusus merokok supaya nggak kena marah istri” ucapnya seraya menunjuk satu sudut rimbun diteduhi pohon dengan tulisan kawasan merokok diatasnya “Dulu, waktu musim asap kita duduk dibawah pohon ni tak terasa pengapnya” sambungnya lagi.

Kawasan Merokok

Program Kampung Iklim yang  kemudian menjadi keluarga besar Kampung Berseri Astra Indonesia

“Jadi apa yang bapak persiapkan sampai akhirnya dilirik Astra untuk jadi Kampung Berseri Astra pak?” Tanyaku penasaran saat itu. 

“Saya ditelfon oleh ibu Elma yang sekarang sekretaris BLH katanya ada orang Astra yang mau ketemu” jawab Pak Achenk sembari mengingat-ingat. Beliau bercerita bahwa tim Astra sudah tiga kali mengunjungi lingkungan tempat tinggalnya tanpa sepengetahuannya sebelum akhirnya menghubungi dirinya. Hingga akhirnya beliau mendapat pelatihan dan pembinaan ke Kampung Berseri Astra yang ada di Sumatera Utara. Hingga pada 29 Oktober 2017 Kampung Berseri Astra Indah Madani resmi diluncurkan. 

KBA Indah Madani

Dimulai dari penghijauan hingga kegiatan masyarakat mandiri

Kampung Berseri Astra bukan sekedar bantuan tetapi merupakan pembinanaan masyarakat. Itulah yang aku tangkap dari apa yang terlihat di KBA Indah Madani. Saat awal sampai ke kawasan kampung ini masing-masing halaman rumah memiliki tanaman yang ditanam setidaknya didalam pot. Tak ada secuil sampah atau tempat sampah yang terlihat seluasan pandangan mata. 

Aku dan teman-teman berkunjung ke KBA Indah Madani saat tidak ada kegiatan warga, kirain tidak akan ada aktivitas sama sekali yang kami temui. Atau akan dijamu diruang tamu rumah salah satu warga. Tapi ternyata tidak, aku dan teman-teman ditemui di pusat kegiatan warga bernama Gerai IKM Madani. Ada beberapa ibu-ibu yang terlihat sedang merapikan sabun cair dan beberapa kriya. “Kami baru ada bazar tadi” Ucap Pak Achenk sembari mempersilahkan kami duduk.

Percakapan berlangsung dengan dipenuhi canda dan tawa, tak heran kenapa warga menyukai dan menghormati Pak Achenk karena bawaan beliau yang ramah dan mudah bergaul. 

Sejak menjadi bagian dari Kampung Berseri Astra, masyarakat KBA Indah Madani kemudian mendapatkan pembinaan yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat. Bukan hanya dari segi lingkungan, tetapi juga mencakup empat pilar yang diusung oleh Astra yaitu Astra Cerdas, Astra Hijau, Astra Sehat dan Astra Kreatif.











2 komentar:

  1. Semoga akan muncul Pak Achenk yang lainnya.

    BalasHapus
  2. bagus penilaian astra ya ... mereka kesini diam diam dulu, dalam artian cek keadaan apa adanya. klo tahu ntar malah ada persiapan yang nggak aapa adanya. Keren, semoga bisa ditru oleh seluruh kampung di Indonesia

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.